Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Judul di artikel ini gue buat dengan pengalaman pribadi ketika mengajar siswa/i SMK jurusan Multimedia. Gue katakan pada mereka bahwa jika kita mempunyai konsep, ide, pikiran atau isi hati maka cara termudah adalah dengan menggambarkannya di atas media tulis. Ini maksudnya agar orang lebih mudah memahami kita lewat bahasa visual. Sehingga komunikasi pun akan berjalan lancar. Kenapa harus disampaikan secara visual? Karena sebuah gambar lebih bermakna dari pada ribuan kata.
Gue sekarang mengajar di salah satu SMK negeri yang kecil yang saat ini sedang berkembang menuju SMK yang mandiri dan mapan. Aslinya sih gue dari Jakarta lalu tinggal di daerah. Sebelum mengajar gue jadi Graphic Designer di salah satu manufaktur di Jakarta selama bertahun-tahun. Oh ya, sekolah tempat gue mengajar masih menumpang dengan SMP Negeri. Jadi ya kalo ada apa-apa ya serba ora kepenak kalo pakai bahasa lokal alias serba rikuh atau serba ga enak. Ibarat kata sih masih tinggal menumpang dengan mertua. Heheehhe..
Jumlah murid pun masih sedikit walau jumlah terbanyak tetap di program keahlian Multimedia dengan 78 murid yang terbagi 2 kelas. Sisanya jurusan Tata Busana dan Tata Boga. Insya Allah ke depannya sekolah gue akan pindah ke lokasi baru yang lebih representatif layaknya gedung sekolah seharusnya.
Nah sebagai orang Multimedia gue terpanggil untuk membuat segala materi promosi yang berkaitan dengan sekolah, terutama yang mencitrakan sekolah ini agar mendapat tempat di hati masyarakat sekitar. Paling tidak bisa mengangkat image sekolah ini agar lebih baik lagi di mata masyarakat. Bentuk promosi mulai dari brosur, banner, spanduk, umbul-umbul, baliho sampai dengan yang kelas berat dan njlimet yaitu pembuatan web site sekolah. Ada juga beberapa event atau acara sekolah yang gue handle untuk dibuatkan promosinya.
Design yang gue buat untuk kepentingan promosi sekolah terkadang menggunakan warna-warna norak, dengan elemen-elemen grafis yang ramai.Hasilnya adalah orang yang melihat akan selalu meluangkan waktu beberapa menit untuk menikmati design yang gue buat. Tapi terkadang juga gue bikin design menggunakan warna-warna kalem dengan elemen grafis minimalis namun elegan bila kepentingannya agak 'corporate' misalnya jika ingin mempresentasikan ke pihak-pihak luar yang cenderung konservatif seperti institusi-institusi serius.
Itu artinya design yang gue buat sudah efektif. Dia bisa bekerja dan targetnya tercapai yaitu menyampaikan pesan ke berbagai lapisan masyarakat. Komunikasi pun bisa nyambung lewat bahasa visual. Simple kan..?