Salah satu software favorit gue selain software multimedia adalah software pengembangan web atau web authoring tool. Dulu ketika pertama kali belajar bikin web site gue menggunakan HTML lalu lanjut ke Dreamweaver. Lalu kenal dengan teknologi CMS. Sebuah teknologi software pengembangan web yang membuat gue hanya fokus ke isi atau pengaturan konten doang. Walau gue sering turun tangan untuk coding alias ngoprek kode sumbernya (source code). Akhirnya gue fokus ke CMS dan pengetahuan tentang HTML, CSS dan PHP dijadikan sebagai pondasi setiap mendevelop web site.
Ada 3 produk CMS yang gue pelajari dan sering pakai yaitu WordPress, Joomla! dan Drupal. Keinginan belajar yang lain seperti ColdFusion, Code Igniter terhalang oleh kendala waktu. Selain 3 produk CMS di atas masih ada beberapa lagi produk CMS seperti CushyCMS, Radiant, Modx, ExpressionEngine dan lain-lain. Namun hanya WordPress, Joomla! dan Drupal saja yang komunitasnya banyak ditemui di Indonesia dan lumayan aktif. Masih ada lagi yaitu Moodle, sebuah CMS open source yang khusus untuk dunia pembelajaran.
Pertama kali kenal dengan CMS ketika tahun 2000an lalu yaitu PostNuke. Kenapa saya belajar CMS? Karena saya ingin punya situs pribadi (dulu belum ada istilah blog atau weblog, mungkin ada tapi belum sekondang sekarang) namun terhalang dengan dangkalnya pemahaman tentang ilmu HTML. Saat itu masih bingung dengan struktur menunya si CMS namun akhirnya saya tinggalkan begitu saja karena kesibukan pekerjaan kantor dan tugas-tugas kuliah. Padahal PostNuke sempat menjadi salah satu CMS andalan para web administrator kala itu karena kemudahan manajemen kontennya. Mengapa CMS? Karena saya ingin punya situs sendiri, minimal situs pribadilah. Akhirnya berkah itu tiba, yaitu lahirnya era blog.















