Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Wow, bulan Juli tahun ini berarti sudah setahun gue mengajar alias menjadi seorang Guru. Berarti setahun sudah gue mengabdi di dunia pendidikan, di daerah pula. Alhamdulillah banyak pelajaran kehidupan yang gue dapat. Semoga semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan. Juga yang paling penting adalah memberikan ilmu yang gue punya di dunia kerja untuk dunia pendidikan khususnya sekolah.
Oh ya, gue ngajar di SMK jurusan Multimedia. Sebelum mengajar (tepatnya menjadi Guru) gue bekerja sebagai Graphic & Creative Designer di salah satu manufaktur di Jakarta. Cukup lama gue kerja di sana dengan gaji lumayan. Status pun sebagai karyawan tetap. Dan yang paling istimewa adalah perlakuan sang boss yang selalu ngajak gue makan siang di ruangannya. Padahal gue termasuk buruh pabrik biasa saja lho. Kalo udah begini ya gue ajak aja sekalian temen-temen gue yang lain makan bareng di tempat boss supaya gue kaga risih.
Tapi gue udah punya komitmen dari awal untuk menjadi guru. Sang boss juga kaget koq bisa sih gue resign. Posisi jabatan, gaji lumayan koq malah mau keluar. Tapi ya namanya juga udah cita-cita... Akhirnya gue tinggalkan semua, termasuk rumah gue di sana. Gue cabut secara baik-baik dari kantor dan menjadi guru di daerah tempat istri & anak gue tinggal. Berkumpul lagi dengan keluarga. Kehidupan mapan sebelumnya berubah jungkir balik menjadi kehidupan serba ngirit. Karena gue ngajar dengan status GTT alias Guru Tidak Tetap dengan gaji 'you know lah' dan tidak punya payung hukum kalau ditendang sewaktu-waktu..
Lho... motivasi menjadi guru di daerah karena ingin berkumpul dengan anak istri atau memang ingin total terjun ke dunia pendidikan sih? Hmmm.. begini. Awal gue ngambil program pendidikan Akta 4 bertahun-tahun yang lalu gue emang udah punya obsesi mau jadi guru komputer, di SMK pula. Tujuannya satu, agar dunia pendidikan bisa match dengan adanya guru yang berasal dari bidangnya. Nah, dengan kepindahan gue dari Jakarta ke daerah membuat cita-cita gue tercapai sekaligus. Berkumpul dengan keluarga dan menjadi guru komputer.
Mata diklat yang gue ampu juga sangat sesuai dengan profesi gue sebelumnya. Asyik ga tuh... gue bisa memberikan ilmu, pelajaran, wawasan + etos dunia kerja sesuai dengan kondisi yang gue alami dan dapat di tempat kerja dulu. Jarang lho guru yang seperti ini (narsis mode = On). Hehehe... :-)
Emang idealnya sih guru SMK seperti itu, sebaiknya dia mempunyai pengalaman, kompetensi dan skill sesuai bidang pelajaran yang diampunya. Syukur-syukur pengalamannya berasal dari industri atau dunia usaha yang relevan. Harapannya adalah guru tersebut dapat membagi pengalaman dan pengetahuannya di dunia kerja ke siswa... ini saya bicara SMK lho.. dan ini opini pribadi saya.. kalau Anda tidak setuju ya ga apa-apa... Tapi itu kan skala ideal menurut ukuran saya.. :-)
Portfolio gue dalam dunia pendidikan masih nol. Gue akui gue emang guru kemaren sore alias guru masih ingusan. Baru setahun ngajar, Broer..! Dan baru ada 6 buku elektronik yang bisa gue tulis. Buku tersebut gue susun karena masih jarang modul atau materi untuk program keahlian Multimedia. Alhamdulillah, 4 buku sudah didownload total sebanyak lebih dari 10 ribu kali. Walau belum sertifikasi, semoga 'portfolio' ecek-ecek ini bermanfaat bagi orang banyak. Karena buat gue portfolio adalah karya dan karya itu harus lah bermanfaat.
Kalau portfolio gue di luar bidang kependidikan ya lumayan banyak. Mayoritas adalah karya design grafis. Salah satu alasan kenapa dulu sang boss berat melepas ketika gue minta resign adalah tingginya tingkat kepuasan pimpinan dan para customer tempat gue bekerja. Mereka senang dengan design gue yang kata temen gue sih biasa aje. Tapi penjualan produk yang designnya gue buat cukup satisfying (kata boss, marketing dan customer kantor gue). Mungkin pepatah Good Design Is Good Business berlaku di sini. Sebuah produk bukan hanya dituntut berdesign bagus tapi juga berdesign efektif dan 'bekerja' alias designnya harus menjual.
Sekarang berlalu sudah tahun pertama gue menjadi Oemar Bakrie, jujur saja... masih banyak kekurangan dan harus ada perbaikan di sana sini karena gue kan statusnya guru muda dan guru baru. Lain dengan guru-guru lain yang sudah senior, sertifikasi pula. Semoga saja tahun pelajaran baru ini dan berikutnya gue lebih baik lagi dalam mengajar, mendidik, manajemen pengajaran dan lain-lain. Terima kasih ya Allah yang selalu memberikan gue petunjuk yang tepat dalam mengambil setiap keputusan. Semoga karir baru ini memberi keberkahan. Amin.
Yang terpenting, gue sekarang kerja di 'pabrik orang cerdas'. Murid-murid gue harus cerdas, kreatif dan mampu bersaing. Itu PR utama gue. Titik.
Cabut ahhh.. pisss.
Pak guru, koq dalam setiap artikelnya berbicara elu gue sih?
Saya cuma bisa jawab begini : Kalau ada guru yang berbicara & menulis dalam bahasa Jawa pada setiap forum, artikel dan milis masa saya larang sih? Kan bahasa Jawa dan bahasa Betawi sama-sama warisan budaya yang harus kita lestarikan.