Text Size
Sabtu, May 19, 2012

/hello world...

Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

What's Inside

Tulisan ini dikutip dari tulisan Kurnia Yahya pada Group Facebook MGMP - Multimedia & TKJ SMK.

1. Pengembang Web (Web Development)

  • HTML
  • PHP & MySQL
  • CMS Developer
  • Web Designer & Publishing


2. Pengembang Multimedia (Multimedia Development)

  • Adobe Flash


3. Rumah Produksi Sinema/Film (Production House)

  • Adobe Premiere
  • Adobe After Effect
  • Adobe Audition
  • Sony Foundry


4. Industri Media dan Periklanan (Media and Advertisement)

  • Adobe Photoshop
  • Adobe Ilustrator
  • Adobe InDesign
  • 3D Studio Max, Cinema 4D
  • Corel DRAW


5. Teknisi Komputer (Computer Maintenance)

  • Hardware & Software
  • Networking


Kompetensi pendukung :

  • Script Writing
  • Basic design
  • Multimedia Marketing
  • Production Equipment
  • Audio Video Technique
  • Technopreneur
  • Production Planning


Bukankah menjadi luar biasa kalo siswa kita bisa semua kompetensi diatas?

Karir

Setelah kita mencoba Joomla dengan menginstalasinya di web server lokal, kini saatnya kita upload situs Joomla! kita ke server beneran (hosting) sehingga orang-orang di seluruh dunia dapat mengakses situs kita. Cara berikut ini sudah saya terapkan ke situs ini.

Langkah demi langkah upload Joomla

Setelah semuanya sudah kita siapkan di local (localhost), maka web dapat kita upload ke livehost/server hosting dengan cara :

  1. Mengemas situs local kita secara manual, atau
  2. Menggunakan komponen JoomlaPack. 

Saya sendiri pada awalnya menggunakan JoomlaPack untuk portabilitas web saya dari rumah lalu di upload ke intranet kantor. Namun akhirnya saya mencoba mengemas Joomla! yang sudah saya buat di localhost secara manual untuk kemudian saya upload ke server hosting beneran atau live host.


Begini langkah-langkah yang pernah saya coba:

  1. Masuk ke PHPMyAdmin di localhost, lalu masuk ke database Joomla! kita. Pilih menu Export, lalu pilih semua table. Pada bagian paling bawah pilih compression: zipped. Langkah ini akan menyimpan database situs lokal kita ke dalam format zip. Lalu klik Go.
  2. Pilih direktori untuk menyimpan file zip database.
  3. Kompres juga direktori situs lokal kita ke dalam bentuk file zip. Tahap ini tidak perlu PHPMyAdmin. Selanjutnya yang akan diupload ke server hosting adalah kedua file ini, yaitu file database yang sudah di-zipped dan file zip yang berisi situs kita.
  4. Login ke Cpanel di server tempat Anda hosting.
  5. Buat database baru di CPanel (coba cari di bagian MySQL -> Database). Buat database baru dan user baru di CPanel tersebut.
  6. Masih di CPanel. Selanjutnya kita masuk ke PHPMyAdmin untuk manajemen database. Setelah dibuat di Cpanel tadi maka akan muncul nama database kita dengan table yang masih kosong lalu klik tab Import. Browse lokasi file zip database. Lalu klik Go. Bila berhasil maka database yang baru tersebut akan mempunyai struktur table dan isi yang sama seperti database yang di localhost.
  7. Kemudian masuk ke File Manager di CPanel. Upload file zip yang berisi situs kita lalu ekstrak pada direktori public_html. Proses upload biasanya memakan waktu lama, tergantung besarnya file zip.
  8. Cara lain adalah menggunakan program FTP, seperti FileZilla. Jadi direktori web site kita diupload seluruhnya ke dalam folder public_html.
  9. Setelah berhasil diekstrak, susunan direktori dan file sama persis dengan yang ada di localhost.
  10. Ganti permission attributes (saya set CHMOD 755) untuk direktori dan file. Seperti ini:

    administrator/backups/ Writable
    administrator/components/ Writable
    administrator/language/ Writable
    administrator/language/en-GB/ Writable
    administrator/modules/ Writable
    administrator/templates/ Writable
    components/ Writable
    images/ Writable
    images/banners/ Writable
    images/stories/ Writable
    language/ Writable
    language/en-GB/ Writable
    language/in-ID/ Writable
    language/pdf_fonts/ Writable
    media/ Writable
    modules/ Writable
    plugins/ Writable
    plugins/content/ Writable
    plugins/editors/ Writable
    plugins/editors-xtd/ Writable
    plugins/search/ Writable
    plugins/system/ Writable
    plugins/user/ Writable
    plugins/xmlrpc/ Writable
    tmp/ Writable
    templates/ Writable
    Cache Directory /home/xxx/public_html/cache/ Writable
    Cache Directory /home/xxxx/public_html/administrator/cache/ Writable

  11. Jika seudah diupload, edit file configuration.php yang ada di live hosting sesuai dengan setingan server kita.
    Terutama pada bagian database :
    * Database name : diisi dengan nama database yang sudah kita buat di PHPMyAdmin di live hosting
    * Database Username : diisi dengan user database yang sudah kita buat di PHPMyAdmin di live hosting
    * Password : diisi dengan password yang sudah kita buat di PHPMyAdmin di live hosting.
    Infonya bisa kita lihat di cPanel atau tanya langsung ke bagian technical support tempat kita ngehosting.
  12. Jangan lupa setting database seperti user previlidges pada bagian MySQL CPanel..

Coba akses ke situs Anda. Semoga berhasil.

Tips & Tricks Joomla

While Ubuntu is known for its ease of use, some basic Linux command lines will come in handy for installing software, traversing directories and handling files. For starters, you can directly enter Linux command lines using the Terminal program found under Applications, then Accessories. In the Terminal window, you should see username@computer_name followed by a dollar sign in the command prompt. The dollar sign indicates that the system is awaiting command line entries. Here is a lowdown of some menu options available in Terminal:
- Open Terminal: Opens a new terminal session in separate terminal windows.
- Open Tab: Opens a new terminal session in a separate tab.
- New Profile: lets you create a profile with different fonts, backgrounds and colours for each command line session.
- Profile Preferences: Edit existing profiles.
-Keyboard shortcuts: Assign shortcuts for terminal functions such as copy and paste command lines and opening new Terminal windows and tabs.
 

Check what the commands do by using the man (or manual) command. For example, type “man ls” for an explanation of the “ls” command that lists a folder’s contents. You can also add additional parameters for more granular control over the functions of each command line. These parameters are preceded by a dash. For example, keying in -F after the ls command will differentiate between the files and folders. You can also combine multiple parameters. Using the -a and -F parameters in the “ls” command will reveal all files and folders including hidden ones.

Traversing directories Navigate your folders with the cd or change directory command. In this example, the cd command takes you to the Desktop folder. Note that folder names are case-sensitive: aaron@aaron-laptop:~$ cd/home/aaron/Desktop

Installing programs Linux software packages using installer files downloaded from the Internet usually come in the RPM (Red Hat Package Manager) or DPKG (Debian Package Manager) formats. To install a program with a DPKG installer, type: sudo dpkg -i program_name To remove a pragram, type: sudo dpkg -r pragram_name If you change upon an RPM installer that you want to run on Ubuntu, you need to convert it to a DPKG installer using the Alien program in Uduntu. Type: alien -k program_name.rpm, then install the program using new DPKG installer.

Handling files To copy files from one directory to another, use the cp command. For example, to copy a file called screenshot.png from /home/aaron/Desktop to /home/aaron, type aaron@aaron-laptop:~/Desktop$ cp screenshot.png/home/aaron/ You can also rename the copied file in the destination folder by typing aaron@aaron-laptop:~/Desktop$ cp screenshot.png/home/aaron/screenshot2.png.

Run levels Linux uses the init program to control system boot processes and user modes through various “run levels”. In run level 1, for instance, Linux boots up in single-user mode with no networking support. In run level 2, you get a multi-user system with a graphical interface. By default, Ubuntu boots up to run level 2. You can change run levels in a Terminal window by issuing the following init commands: – init 0: shut down the system – init 1: single user mode with no networking – init 2: default for Debian Linux based distributions including Ubuntu with multi-user mode and graphical interface. – init 3: multi-user mode without graphical interface. – init 4: used for customized run level. – init 5: multi-user mode with graphical interface (used by most distributions). – init 6: reboots the system.

Tips & Trick Linux

Tutorial ini akan menjelaskan bagaimana agar ubuntu dapat dijadikan sebagai internet gateway untuk sharing koneksi. Untuk melakukan hal tersebut, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

Saat tulisan ini dibuat penulis menggunakan ubuntu server 9.04. pilih instalasi yang standard saja dan tambahkan openssh-server agar dapat diremote dari jauh.

Contoh kasus :

Pada komputer server interface eth0 terhubung dengan internet dan interface eth1 terhubung ke switch yang berguna untuk menshare internet ke client, konfigurasi yang harus dilakukan adalah :

setting ip address pada eth0 dan eth1

linuxjak@kplidki:~$ sudo nano /etc/network/interfaces

Berikut konfigurasinya :

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.3
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 192.168.1.1

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0

Simpan perubahan dengan ctrl x dan y

Selanjutnya konfigurasikan iptables agar server dapat membagi koneksi internet ke client

Caranya adalah sebagai berikut :
linuxjak@kplidki:~$ sudo nano /etc/rc.local


isikan rule iptables berikut di atas baris exit 0
sudo iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth1 -s 192.168.1.0/24 -m conntrack –ctstate NEW -j ACCEPT
sudo iptables -A FORWARD -m conntrack –ctstate ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
sudo iptables -A POSTROUTING -t nat -j MASQUERADE

simpan perubahannya, kemudian lakukan perintah dibawah ini untuk mengeksekusi file /etc/rc.local
linuxjak@kplidki:~$ sudo sh /etc/rc.local

kemudian aktifkan ip forwarding dengan cara

linuxjak@kplidki:~$ sudo nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
ganti angka 0 dengan 1 sebagai tanda enable
simpan hasil perubahan

selanjutnya buka tanda pagar pada baris net.ipv4.ip_forward=1 pada file /etc/sysctl.conf

konfigurasi pada server selesai

konfigurasi pada client

lakukan konfigurasi pada eth0 dan samakan networknya dengan eth1 yang ada pada server
linuxjak@kplidki:~$ sudo nano /etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.3
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.1

selanjutnya pada /etc/resolv.conf isikan nameserver
linuxjak@kplidki:~$ sudo nano /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.10.1

Source : http://jakarta.linux.or.id

Tips & Trick Ubuntu

xampp-logo-newSetelah puas mencoba XAMPP di Windows, sekarang saatnya menjajal paket LAMPP ini di mesin Linux. Kenapa, karena ada fasilitas phpMyAdmin yang memudahkan saya mengatur database web. Saya tidak perlu pusing-pusing menghapal syntax MySQL karena memang di phpMyAdmin ini semua pengaturan dibuat secara GUI. Oh iya, LAMP itu singkatan Linux, Apache, MySQL dan PHP yang  disebut-sebut sebagai aplikasi open source terpopuler sejagad. Sedangkan XAMPP merupakan paket yang terdiri dari web server Apache, MySQL server dan PHP. Paket ini dapat didownload di sini. Bermanfaat untuk anda yang ingin membuat situs web secara lokal sebelum diupload ke server hosting beneran. Asal tahu saja, XAMPP versi Linux bernama LAMPP agar tidak ada kerancuan dengan istilah LAMP di atas. Tapi feature tidak berbeda dengan XAMPP for Windows.

Instalasi LAMPP for Linux cukup mudah. Distro yang saya gunakan adalah Ubuntu 9.10. Proses instalasi berjalan lancar dan saya berhasil menginstall Joomla!, Drupal dan WordPress pertama saya di localhost. Tutorial menginstal LAMPP secara lengkap dapat dilihat sini.

Tips & Trick Linux

Color_MeterSaya ingin berbagi pengalaman ketika membuat efek rotasi di Adobe Illustrator dengan menggunakan Rotate Tool. Jika Anda menekan Alt sebelum mengklik titik rotasi maka Illustrator akan membuka kotak dialog Rotate Options dimana kita dapat menentukan jumlah derajat. Masukkan jumlah derajat yang diinginkan lalu tekan tombol Copy. Maka objek akan berputar dengan titik sumbu putar pada pivot point yang kita klik tadi. Ulangi beberapa kali dengan menekan Ctrl+D sampai dengan jumlah putaran yang diinginkan. Untuk referensi, masukkan derajat sesuai jumlah putaran yang diinginkan :

Tips & Trick Design Grafis

“Pelajaran Cinta tidak pernah berjalan mulus” (Shakespeare)

Orang yang mengajarkan cinta akan mati muda.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun

6 Kata Terpenting: Saya mengakui telah melakukan kesalahan besar

5 Kata Terpenting: Anda melakukan pekerjaan dengan baik

4 Kata Terpenting: Bagaimana menurut pendapat Anda?

3 Kata Terpenting: Jika Anda berkenan

2 Kata Terpenting: Terima kasih

1 Kata Terpenting: Kita

1 Kata paling tidak penting: Saya

1 Kata Terburuk:

Jangan!

Dilarang!

Harus!

Awas!

1 Kata Terindah: Silakan…

 

Renungan Hati

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

11

Artikel Terkini

Animasi Gerak
14 April 2012
Berikut ini saya posting animasi bergerak (pasti bergerak dong, namanya juga animasi) yang sudah disimpan dalam format GIF. Ayo lariiii.. Sumber : Google+

Komentar Artikel

Arsip Artikel

Powered by mod LCA

/sok bijak...

Never show a client a concept that you don’t love and believe in…it will be the one they pick.

Other Side

/flickr

/my facebook

As seen on Facebook
Create Your Badge

/tweet feed

/google+