Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Libur lebaran ini saya kebagian mencoba kamera video yang baru dibeli yaitu JVC Everio tipe GZ-MG880. Tipe kamera video yang menggunakan media hybrid yaitu harddisk dan memory card SD. Selama 2 hari saya eksplor semua fasilitas kamera yang ada, setting ini itu dan kutak katik. Buku manualnya pun sampai lecek bolak balik saya baca. Batery juga saya isi selama 8 jam lebih untuk pengisian pertama kali.
Tiba saatnya saya shooting, objek pertama adalah anggota keluarga yaitu anak saya. Saya shoot indoor dan outdoor. Terlihat sekali jika shooting indoor harus dibantu cahaya lampu neon. Jika tidak ya hasilnya akan gelap. Saya sendiri tidak menggunakan lampu bawaan kamera karena ingin menguji sensitivitas lensa si Everio. Untuk shooting outdoor hasilnya sangat bagus dan terang. Kualitas suara juga sangat detail direpro, ini saya rasa salah satu kelebihannya. Ketika saya merekam adegan si kecil sedang menangis di tempat tidur, suara piring sedang dicuci di dapur sangat bening terdengar dan terkesan surround.
Setelah saya mencoba merekam semua kegiatan keluarga seharian maka tiba saatnya memindahkan hasil rekaman ke komputer. Eng ing eng... ternyata si Everio menyimpan hasil rekaman video ke dalam format MOD..! Format uncompressed yang saya baru dengar. Bukan AVI, MOV, atau format video lain pada umumnya. Untuk memasukkan ke dalam timeline Windows Movie Maker format ini tidak dikenal. Diimport dari Adobe Premiere juga tidak bisa. Tapi kalau Sony Vegas versi 9 bisa. Ketika saya konversi ke tipe file lain menggunakan software bawaan JVC yaitu Everio Media Browser hasilnya malah tidak bagus. Software ini hanya mampu mengkonversi ke format wmv lo-res.
Karena tidak mau menerima hasil rekaman yang jelek begitu saya hunting di Google dan menemukan program gratisan yang cukup handal dalam urusan mengkonversi file. Semua output file didukung. Mulai dari format video, audio, picture, juga ada fasilitas edit, burn CD/DVD dan lain-lain. Fasilitasnya sangat lengkap untuk ukuran sebuah program gratisan. Nama programnya adalah Format Factory.

Saya menggunakan FormatFactory untuk menkonversi file MOD bawaan camcorder JVC ke semua format video dan membandingkannya satu persatu. Ada beberapa perbedaan hasil terutama dalam hal ketajaman dan kecerahan warna video. Terlihat jika file MOD dikonversi ke AVI hasilnya lebih bening. Sayang saya tidak bisa meampilkan hasilnya di sini.

1. Mobile Device
2. MP4
3. AVI
4. 3GP
5. RMVB
6. GIF
7. WMV
8. MKV
9. MPG
10. VOB
11. MOV
12. FLV
13. SWF
1. WMA
2. MP3
3. FLAC
4. AAC
5. MMF
6. AMR
7. M4A
8. M4R
9. OGG
10. MP2
11. WAV
12. WAVPack
Percobaan saya adalah meng-encode file video AVI ke DVD dan Flash Video untuk diupload ke YouTube. Hasilnya lebih bagus dan halus dari pada menggunakan program encoder SUPER. Walaupun besar output filenya sedikit lebih besar.
Overall, program ini sangat bermanfaat sekali untuk Anda yang sering mengkonversi sebuah format file ke berbagai format lain. Apalagi program ini bersifat gratis. Program ini dapat didownload langsung di http://www.pcfreetime.com/