Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Wah, pertanyaan itu sempat mengganggu benak saya ketika pulang dari workshop Buku Sekolah Elektronik di Salatiga. Karena di sana saya sempat bertemu dan ngobrol bareng dengan guru TIK dari sekolah lain. Dia bilang kalau dia membuat web site menggunakan CMS pasti ditertawakan oleh teman-temannya. Alasannya saya sendiri tidak tahu kenapa harus ditertawakan.
Ya memang, membuat web site apapun bentuknya baik itu dari yang berformat sederhana seperti blog sampai yang rumit seperti portal dengan multi user memang akan lebih mudah bila dikerjakan dengan teknologi CMS atau Content Managament System. Semua fungsi yang kita butuhkan tersedia, jika tidak tersedia pun kita masih bisa mencari di internet baik yang berbayar atau pun gratis. Produk CMS sendiri pun ada yang berbayar atau yang gratis. Fungsi-fungsi tambahan dalam sebuah CMS bisa berwujud plug-ins dan extensions.
Kembali ke CMS, membuat web site menggunakan CMS memang memudahkan dan memercepat pekerjaan kita. Kita hanya fokus pada pengisian konten. Ingat, dalam sebuah web site, Content Is The King! Bukan hanya melulu tampilan. Setelah berkutat dengan konten barulah kita utak-atik pada fungsi dan menu. Misalnya layanan seperti apa yang akan kita tawarkan kepada pengunjung. Lalu bagian yang terakhir kita dapat mengganti tampilan atau themes/template sesuai selera visual kita dan pengunjung nantinya. Developer web bahkan hampir tidak menyentuh file HTML+CSSnya (coding).
Lain dengan membuat web site yang menggunakan murni bahasa HTML+CSS. Semuanya dikerjakan dari nol. Belum lagi jika ada tambahan fungsi-fungsi tertentu yang harus dikerjakan dengan bahasa program lain seperti PHP, JavaScript, jQuery, koneksi database ke SQL misalnya. Semuanya akan lebih kompleks dan sebaiknya pengembangan web dikerjakan dalam satu tim. Tim developer web biasanya terdiri dari web programmer dan web designer. Web programmer bertugas untuk membuat kode HTML dan CSS sesuai dengan design yang sudah disediakan oleh web designer. Langkah yang umum dilakukan adalah dengan membuat tampilan web menggunakan program Photoshop lalu dipotong dengan menggunakan teknik slicing kemudian baru diberi kode HTML dan CSS.
Membuat web site menggunakan teknik slicing dan coding sangat rumit namun hasilnya adalah tampilan web yang lebih custom dan berbeda dari tampilan web menggunakan CMS pada umumnya, walaupun web CMS tersebut menggunakan template/theme premium yang berharga mahal. Beberapa web developer malah menjual jasa slicing ke pelanggannya dengan mengenakan tarif slicing to HTML jika membuat web dengan teknik ini.
Nah, kalau buat saya sih membuat web dapat menggunakan teknik apa saja. Mau pakai CMS atau dari nol menggunakan HTML+CSS murni ya terserah saya. Membuat web menggunakan CMS sekalipun sering mengharuskan saya coding ke HTML+CSSnya. Agar tampilan dan fungsinya tidak standar. Pada prinsipnya, saya membuat web site yang bekerja dan efektif, istilahnya it works and effective. Dalam artian, web tersebut dapat memenuhi keinginan klien. Juga dengan konten yang selalu terupdate dan dapat memberikan informasi kepada pengunjung. That's it.
Comments
karena CMS selalu nampak begitu begitu saja ...
Pak, sy memutuskan mencoba unt lebih mendalami web design ketimbang design grafis ( minimal design grafis da mpe mahir dikuasai... he he he...)... tp yg hrs sy lakukan ptama apa pak, dalam memulai web design... biar trasa enjoy... :)
thank u b4.. ^_^
ini saya contoh salah satu bikin footer
full css yang sederhana
example
#footer {
background-color:#0066FF;
text-align:center;
height:100%;
width:100%;
-moz-border-radius:3.5px;
-webkit-border- radius:3.5px;}
#footer p { padding:5px 0px 5px 0px;
text-align:center;
color:#FFFFFF;
}
copyright© by alzril web developer®
RSS feed for comments to this post