Hari ini gue baru aja pulang dari Cilacap. Sengaja tidak mengajar hari ini karena masih sibuk mengurusi masalah Prakerin/PKL murid-murid gue. Perjalanan dari Purbalingga ke Cilacap menggunakan bis selama 2 jam, mulai dari terminal Purwokerto ke terminal Cilacap. Perjalanan pulangnya menempuh waktu 1,5 jam. Ada beberapa anak yang belum dapat tempat. Mereka sudah mencari ke beberapa DU/DI namun hasilnya nihil. Gue sebagai guru mereka juga ikut bantu mencarikan tempat PKL dan juga melakukan pendekatan melalui mediasi yang persuasif. Kebetulan jurusan atau program keahlian yang gue pegang termasuk baru jadi ya serba meraba-raba juga. Seperti penganten baru ya.. meraba-raba dulu :-)
Gue yang baru setahun mengajar alias jadi guru dan baru setahun tinggal di daerah (sebelumnya di Jakarta) lumayan pontang panting ke sana sini mencarikan tempat PKL dan juga mempromosikan SMK tempat gue mengajar. Tujuannya ya agar murid-murid bisa PKL sesuai jadwal. Bisa dibayangkan dong gue yang belum tahu pelosok daerah harus keluar masuk jalan besar dan kecil sampai gang untuk mendapatkan tempat PKL yang cocok sesuai kompetensi yang pernah gue ajarkan. Semua gue sendiri yang kerjakan. Di sekolah sih (katanya) ada PokJa-nya untuk Program Sistem Ganda (PSG/Prakerin) ini tapi ga jelas siapa-siapa yang harus melaksanakan tugas ini itu. Karena dari awal tidak ada meeting secara resmi apalagi sampai keluarnya SK dari kepala sekolah yang menunjuk masing-masing guru untuk penugasan di lapangan. Ah gue sih masa bodo. Yang penting program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) alias prakerin bin PKL harus jalan binti go on sesuai jadwal. Apalagi gue sebagai KaProLi (Kepala Program keahlian) juga guru mata diklat produktif minimal yaaa.. punya tanggung jawab moral dalam hal ini.














