Text Size
Sabtu, May 19, 2012

/hello world...

Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

What's Inside
Blog Jurnal Pengajaran

Jurnal Pengajaran

Pemerintah saat ini sedang mendukung penuh kegiatan Industri Kreatif. Apa itu definisi Industri Kreatif? Definisinya dapat dilihat di situs Wikipedia tentang Industri Kreatif. Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Industri Kreatif minim sumber daya alam, karena motor penggerak industri ini justru pada sumber daya manusianya sendiri. Macam-macam Industri Kreatif sangat beraneka ragam. Menurut Wikipedia, kegiatan industri yang dapat masuk ke dalam ranah Industri Kreatif adalah :

  • Periklanan
  • Arsitektur
  • Pasar Barang Seni
  • Kerajinan
  • Desain
  • Fashion
  • Video, Film dan Fotografi
  • Permainan Interaktif
  • Musik
  • Seni Pertunjukan
  • Penerbitan dan Percetakan
  • Layanan Komputer dan Piranti Lunak
  • Televisi dan Radio
  • Riset dan Pengembangan
  • Kuliner


Semua bidang kerja dan industri di atas juga terdapat di SMK dengan program keahlian masing-masing. Maka tidak heran SMK sangat mendukung Industri Kreatif yang sekarang sedang tren. Jika sebuah sekolah menengah kejuruan dikelola dengan baik, mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada (walau minim sarana) insya Allah dapat berkontribusi pada pengembangan industri kreatif. Seperti pengembangan Bengkel Kerja, Unit Produksi, mengirim tenaga guru untuk mengikutikegiatan diklat dan juga bisa dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri) agar daya serap tenaga kerja dari lulusan SMK mampu link & match dengan perubahan yang ada.

Jurnal Pengajaran

Jalan-jalan di wall Facebook salah satu rekan guru yang upload link berupa software animasi stick figure bernama Pivot. Software unik nan ringan ini pun bersifat freeware alias gratis. Lumayan lah buat praktek murid-murid saya.

Pivot-stick-figure

Jurnal Pengajaran

koreksi-tugas-multimedia-online Salah satu pekerjaan administrasi guru yang paling menyita waktu adalah memeriksa tugas dan PR siswa. Apalagi siswa saya lebih dari satu kelas dan angkatan. Meja kerja saya biasanya tersita space-nya untuk menaruh tumpukan tugas-tugas dan PR mereka. Tapi yah mau bagaimana lagi..sudah jadi kewajiban kan?

Belakangan ini saya sedang develop e-learning di web site sekolah, sehingga nantinya akan ada pemberian tugas berupa pertanyaan atau soal yang dapat dikerjakan oleh siswa dan nilai atau skor bisa langsung keluar. Mengurangi pekerjaan saya untuk mengkoreksi karena sebagian diambil alih oleh sistem komputer. Namu bagaimana dengan tugas sekolah atau PR yang berupa proyek? Nah, saya mencoba media web sebagai solusinya.

Begini, awalnya pada kelas X saya berikan materi (Standar Kompetensi) yang berkaitan dengan pembuatan halaman web lalu juga cara mengisi konten sampai maintenance-nya. Kemudian setelah saya lihat mereka sudah menguasai materi tersebut lalu saya wajibkan mereka untuk mempunyai alamat e-mail dan web site. Web site siswa yang saya sarankan adalah dengan format blog, gratisan tentu saja. Nah,dari media blog inilah tugas-tugas sekolah berupa proyek atau karya siswa harus mereka upload ke blog mereka masing-masing. Kemudian siswa mengirimkan e-mail berupa link ke page atau halaman di mana tugas mereka berada. Jadi nanti saya bisa nilai, secara on-line. Jika ada konsultasi tentang tugas dan review saya "jembreng" alias dipaparkan di depan kelas, jadi koreksi atas hasil kerja siswa bisa dianalisa bersama.

Kelebihan dari cara ini adalah :

  • Membiasakan siswa untuk menulis dan bertanggung jawab atas karya dan konten yang mereka isi
  • Siswa tergiring untuk fokus pada kegiatan belajar ketika surfing web.

Kekurangannya adalah,

  • Saya dan siswa sangat tergantung dengan koneksi internet. Ketika koneksi lagi putus atau lambat jadinya ya stress.. :-)
  • Tambahan ongkos sewa warnet bagi siswa untuk sekedar "menyerahkan" tugasnya.

 

Mungkin ini akan jadi materi Penelitian Tindakan Kelas buat saya.

Jurnal Pengajaran

Bukan iri atau sentimen, artikel ini dibuat juga sebagai "rem pribadi" untuk terus mengingatkan saya sebagai guru jaman sekarang agar terus belajar dan belajar. Jujur saja, saya sangat miris melihat guru pada saat jam kosong di ruang guru pekerjaannya hanya browsing sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan materi yang diajarkan ke siswa. Apalagi browsing sambil download film, game, software yang tidak relevan dengan mapel yang diampu menggunakan teknik sedot bandwidth gila-gilaan sehingga orang lain yang sedang mengakses pada jaringan yang sama menjadi lambat koneksinya. Lain halnya jika browsing menggunakan fasilitas sendiri di rumah, bukan fasilitas sekolah yang dibiayai pakai uang negara.

Guru dengan label modern dengan laptop di meja ternyata kompetensi TIK-nya hanya mentok di download doang. Tidak bisa membuat sesuatu yang bermanfaat bagi siswa dan peserta didik dengan menggunakan kecanggihan TI.

Lucu sekaligus prihatin jika ada guru sedang asyik download film menggunakan Internet Download Manager sedangkan guru lain yang sedang mendownload materi bahan ajar untuk siswanya sekaligus upload materinya ke web e-learning sekolah ngos-ngosan karena bandwidth-nya tersedot.

Terpaksa saya sentil di blog ini, supaya pada nyadar. Masalah tersinggung mah itu urusan pribadi masing-masing. Biar pada mikir.

Jurnal Pengajaran

Sedang ramai-ramainya nih berita akan adanya mon-ev (monitoring & evaluasi) guru-guru yang sudah sertifikasi. Disinyalir banyak yang salah sasaran.

Kalau saya sih belum, tapi walaupun belum tersertifikasi yang penting adalah saya harus mempunyai beberapa kompetensi seperti di bawah ini :

Kompetensi inti pedagogik meliputi :

 (1) Penguasaan karakteristik siswa yang meliputi aspek fisik, moral, kultural, emonsional, dan intelektual

(2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran

(3) Mengembangkan kurikulum

(4) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik

(5) Memanfaatkan tekonologi informasi

(6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik

(7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun

(8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar

(9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran

(10) Melakukan tindakan reflektif muntuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Jurnal Pengajaran

Artikel yang lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

2

Artikel Terkini

Animasi Gerak
14 April 2012
Berikut ini saya posting animasi bergerak (pasti bergerak dong, namanya juga animasi) yang sudah disimpan dalam format GIF. Ayo lariiii.. Sumber : Google+

Komentar Artikel

Arsip Artikel

Powered by mod LCA

/sok bijak...

The most important thing in communication is to hear what isn’t being said.

Other Side

/flickr

/my facebook

As seen on Facebook
Create Your Badge

/tweet feed

/google+