Text Size
Rabu, Februari 22, 2012

/hello world...

Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

What's Inside
Blog Jurnal Pengajaran NETTIKET Sebagai Mata Diklat Muatan Lokal

Setelah selama 17 hari di gembleng di Sasana Diklat Widya Praja untuk mengikuti diklat Prajabatan Calon PNS Gol III, terbersit niat untuk memasukkan mata diklat baru di SMK, Nettiket namanya. Wacana ini muncul setelah menerima masukkan dari beberapa widyaiswara yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkarakter kebangsaan pada usia remaja.

Materi-materi yang diberikkan pada diklat tersebut sangat berguna untuk saya sebagai tenaga pengajar mata diklat TIK di SMK walau kalau mau jujur tidak ada satu pun mata diklat yang istilahnya "gue banget". Namun secara garis besar benang merah dari materi-materi pada diklat prajabatan tersebut adalah salah satunya pembentukkan karakter PNS yang ideal dan "seharusnya".

Rugi banget jika setelah pulang dari diklat tersebut saya tidak membawa oleh-oleh ilmu. Salah satunya adalah niat mentransformasikan pembentukan karakter PNS yang ideal ke siswa agar lebih terbentuk secara baik, terdidik secara baik sejak sekolah..

Namun tidak dengan  berniat menjadikan mental peserta didik menjadi mental PNS yang kurang baik atau menyiapkan mereka agar menjadi PNS. Namun saya harus mengambil semangat kebangsaan, disiplin, profesional, akuntabel dan harapan-harapan lain agar dapat diterapkan ke peserta didik, dalam hal ini adalah siswa/i saya sendiri.

Oke, kembali ke Nettiket. Nettiket berasal dari etiket atau etika. Tambahan kata "Net" di depannya diambil dari kata "internet" atau sesuatu yang berasosiasi jaringan internet/global. Jadi Nettiket adalah etika dalam penggunaan internet. Dengan tujuan agar para pengguna internet juga mempunyai adab, tata krama yang seragam dengan pengguna internet lainnya.

Khusus di lingkungan para remaja yang ternyata sudah sama lihainya penggunaan internet dibanding orang tuanya sendiri, saya merasa perlu adanya pendidikan Nettiket di sekolah.

Tujuannya adalah agar para siswa dan juga seluruh peserta didik :

  • Memberi ruang kreatifitas siswa atau peserta didik agar karya mereka dapat dikenal orang lain.
  • Bertanggung jawab atas segala konten atau materi yang mereka publikasikan di internet.
  • Menanamkan rasa saling hormat dan menghargai sesama penggunan internet.
  • Melindungi siswa atau peserta didik dari efek negatif internet.
  • Pembentukan karakter positif lewat internet.

 

Contohnya adalah seperti ini, sudah pernahkah Anda sebagai seorang guru melihat isi SMS atau update status siswanya sendiri di jejaring sosial yang mengunakan bahasa dan kalimat yang aneh-aneh. Tentu kalau kita jarang bergaul secara emosional dengan mereka pasti akan kesulitan membacanya. Kata-kata disusun mereka seenaknya sendiri dan terkadang bisa multi-tafsir. Ini yang harus ditata, karena sesuatu hal yang bersifat multi-tafsir bisa menjurus ke fitnah dan memicu pertengkaran di dunia nyata (seremmm banget kan). Apalagi sekarang ada dasar hukum yang dapat membuat kita berurusan dengan pihak yang berwajib jika kita memuat dan posting konten yang bersifat negatif.

Itu baru sms & status update  di Facebook atau Twitter, belum lagi dengan uploading foto dan materi lain. Ada baiknya selalu diberi bimbingan tentang hak cipta. Karena di saat gurunya sendiri juga belum bisa menggunakan software 100% legal, ada baiknya proses kreatif mereka jika mendownload atau upload sebuah konten selain diperhatikan asal usulnya, juga selalu menyebutkan sumber aslinya.

Saya malah pernah dapat sms dari siswi yang tulisannya menggunakan karakter huruf besar dan kecil, angka untuk huruf vokal dan lain-lain, pusing bacanya. Berikut ini salah satu update status-nya :

hEmM tRnYaTa gAx da wKt sDkitPuN wAt qU,,
eA dAh lagH mGkiN da yG lbiH pNtiNk :'(


Nah, diharapkan tujuan dari pembelajaran Nettiket maka budaya pemakaian internet dapat lebih teratur dan berbudaya. Selain kita belajar TIK, kita juga belajar berkomunikasi dengan orang lain, belajar berempati - memposisikan diri kita sebagai konsumen informasi yang kita buat sendiri nantinya -. Juga jangan lupa, lebih mengedepankan kehati-hatian ketika posting konten di dunia maya. Apapun bentuknya, tanpa harus memasung kreatifitas kita berekspresi.

So, pasti kita bisa.

Add comment


Security code
Refresh

Jurnal Pengajaran

Artikel Terkini

Cloud, Solusi Hemat Space Hosting Web
22 January 2012
Teknologi internet sudah jamak digunakan 3 tahun belakangan ini. Semua lapisan masyarakat menggunakannya, ini dipicu oleh maraknya penggunaan Facebook. Semua ingin eksis, ingin dikenal dan memang ada...

Komentar Artikel

Arsip Artikel

Powered by mod LCA

/sok bijak...

Good design is all about making other designers feel like idiots because that idea wasn’t theirs.

Other Side

/flickr

/my facebook

As seen on Facebook
Create Your Badge

/tweet feed

/google+