Sebenarnya harus apa tidak sih bagi siswa/i yang sekolah di jurusan TI mempunyai komputer? Jawabannya tergantung. Tergantung siswa/i
tersebut apakah mau benar-benar masuk ke dalam dunia TI atau cuma judulnya saja sekolah di jurusan TI. Mungkin tergiur dengan embel-embel komputer di jurusan sekolah atau agar keren ketika dilihat tetangga, makanya ketika selepas SMP atau SLTA jadinya mendaftar di sekolah jurusan TI. Baik itu SMK atau pun D3/S1. Apalagi sekarang kan sekolah TI sedang booming dan menjadi pilihan para calon siswa baru.
Dari pada jadi polemik dan saya juga tidak mau mendistorsi pikiran siswa/i dalam hal ini lebih baik saya jabarkan saja keuntungan dan kerugiannya jika siswa/i yang mengambil jurusan TI ingin total dalam belajar.
Keuntungan :
1. Dapat memperdalam ilmu komputer yang diberikan guru di sekolah dan mencobanya di rumah.
2. Ada kesempatan oprek/eksplor lebih jauh cara kerja komputer.
3. Komputer melatih kita untuk terbiasa bekerja dan berpikir secara terstruktur, hirarki dan logis.
4. Proses belajar akan menjadi lebih optimal.
5. Bisa dijadikan modal usaha/cari uang.
Kerugian :
1. Sangat tergantung fasilitas sekolah (baca, lab komputer).
2. Kesempatan untuk belajar komputer terbatas.
3. Tidak luwes ketika ada tugas dari sekolah karena repot mencari warnet/rental komputer.
4. Umumnya tidak up to date terhadap perkembangan Teknologi Informasi (TI).
Nah, silahkan dipikirkan sendiri manfaat dan mudharatnya yang bisa diambil. Karena hidup ini adalah pilihan. Semakin kita sering menggunakan komputer maka akan sering terbiasa nantinya jika bekerja dengan komputer.

Itu kata-kata mutiara dari mulut sang babe ketika mendidik saya.Practice make perfect (bisa karena biasa), karena beda banget antara bisa dan (ter)biasa.
Masih Ada Lagi...
Selain keuntungan dan kerugian jika mempunyai fasilitas di atas, masih ada lagi yang sebaiknya dipersiapkan jika kita ingin lebih optimal dalam belajar TI, yaitu kemampuan berbahasa Inggris. Karena banyak sumber ilmu dari luar sana yang masih ditulis dalam bahasa Inggris. Kedepannya, orang yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi (TI) dan menguasai bahasa Inggris akan lebih survive dibanding mereka yang tidak mempersiapkan kompetensi tersebut.
So, what do you think?
Akhirnya, gue kerja dinas luar kembali. Dulu sebelumnya gue pernah manjadi sales & marketing di Jakarta, cari pelanggan baru dan menawarkan barang. Mangkanya tau luar dalam daerah Jakarta dan sekitarnya. Lalu kerja sebagai Creative Designer, kerjanya di dalam kantor terus. Sekarang mengajar di SMK dan kebagian kerjaan mencari tempat prakerin atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk murid-murid gue. Ya, karena gue kan ngajar di SMK yang mempunyai Program Sistem Ganda. Tujuan umumnya adalah agar terjalin hubungan sinergis antara dunia pendidikan yang diwakili oleh sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI). Sekaligus juga mempraktekan apa-apa yang sudah gue ajarkan selama di kelas 1 (kelas X) ke dunia kerja.














