Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Ada kejadian yang lumayan mengusik isi pikiran saya yang usil. Ini malam ke 2 anak saya yang bungsu dirawat di rumah sakit. Malam ini air panas habis untuk persediaan susu si kecil. Saya & istri sepakat untuk membelinya di kantin rumah sakit. Saya pun ke sana sekalian membeli nasi bungkus untuk makan malam.
Setiba di kantin rumah sakit saya langsung memesan air panas beserta nasi bungkus kepada seorang gadis ABG seumuran murid saya di sekolah. Sambil duduk di meja kasir dia melayani saya dengan malas-malasan tanpa memandang sedetikpun ke mata saya sebagai pembeli. Rupanya dia sedang asyik Facebook-an di telepon selulernya. Pesanan saya akhirnya ditangani oleh sang ayah yang melayani dengan sigap.
Saya perhatikan cara kerja ayahnya melayani pembeli, gadis itu masih asyik dengan genggamannya sambil sesekali memperhatikan layar televisi yang kala itu kebetulan sedang menayangkan sinetron dengan soundtrack Ya Sudahlah-nya Bondan Prakoso. Datang satu pembeli lagi, gadis itu ajeg dengan kegiatannya.
Miris juga, pikiran saya langsung teringat kepada siswa-siswi saya di sekolah. Apakah kegiatan malam mereka juga diisi dengan facebook-an dan nonton sinetron? Ga tau juga deh...
Saya masih ingat kata-kata dari Hilman Hariwijaya (pengarang novel remaja "Lupus" yang booming dan terkenal) sekitar tahun 90an. Dia terang2an mengkritik kegiatan pemilihan coverboy covergirl, model ini itu yang kala itu marak diadakan oleh beberapa majalah remaja. Katanya, remaja sekarang (tahun 90an kala itu) lebih senang ikut lomba yang tidak menggunakan kecerdasan otak dari pada ikut lomba karya ilmiah atau menulis, misalnya.
Alhamdulillah, tahun-tahun belakangan ini anggapan itu keliru. Karena sudah beberapa tahun ini marak sekali lomba-lomba keterampilan remaja yang lebih menggunakan otak & keterampilan dari pada kecantikan tampang. Lomba model coperboy copergirl mungkin masih ada tapi gaungnya masih kalah dengan olimpiade fisika, matematika atau Lomba Keterampilan/kompetensi Siswa misalnya.
Ya ada walau tidak banyak.
Kisah di saya di atas menimbulkan pertanyaan dari hati saya apakah facebookan kegiatan yang lebih sering dilakukan oleh sebagian remaja sekarang (berikut nonton sinetron yang lebih cocok dikonsumsi oleh pembantu rumah tangga)?
Mungkin iya karena ketika update status di Facebook ibarat kita mencurahkan isi hati, uneg-uneg bahkan sumpah serapah secara mudah dan cepat juga tidak ribet. Bisa menggunakan komputer sendiri, di warnet atau juga lewat jempol alias lewat telepon seluler.
Serem juga ya kalau sampai ada kejadian murid mengumpat gurunya di FB seperti kasus di Sumatra Barat. Si murid boro-boro mikir ke depan efek samping dari update statusnya yang tidak pakai otak itu.
Bisa iya bisa juga tidak, namanya juga remaja yang darah mudanya masih mendidih. Saya juga pernah menjadi remaja walau jaman saya dulu belum ada hp, internet apelagi Facebook. Cuma kalau saya sih, jika ingin menulis sesuatu di forum internet baik itu mailing list (milis) atau juga status di jaringan sosial pasti mikirnya lama sebelum saya klik tombol Send, Tweet, Update atau apalah namanya. Kenapa?
Karena saya sangat memikirkan efek yang mungkin timbul dari tiap kata-kata yang saya rangkai.
Oh tidak, silahkan diteruskan. Cuma mungkin saya bisa beri saran lebih baik kita mulai membuat sesuatu yang bermanfaat seperti menulis artikel atau apalah, blogging juga boleh dari pada update status atau nge-tweet yang tidak mutu apalagi isinya ga karuan.
So, stop facebooking (at least, for a while.. once again, just for while!) and let's begin writing (at least, doing something useful).
Karena dengan menulis tingkatan keilmuan kita menjadi lebih tinggi dari pada membaca, dimana membaca adalah kita memposisikan diri kita sebagai konsumen informasi sedangkan menulis akan menempatkan diri kita sebagai produsen informasi. Bukankah tangan di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah? 'Gimana, pilih mana ayooo?
Comments
terimaksh, tulisannya bnr2 inspiratif
thanks 4 shared..
Pada prinsipnya kan tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.
Terima kasih telah berkunjung, Pak Kurnia.
Terima kasih Bu Lilik telah berkunjung & komentar. Sukses selalu ya.
begitu inspiratif..
untuk topik FB memang ada manfaat dan ada kerugian
kebetulan saya buka warnet dirumah dan dari yang saya amati mereka yang ada di warnet itu ...
65% FB-an
20% donlot Mp3,komik,film,gam e,software,dll
10% mainan games.co.id
5% mengerjakan tugas2 kuliah dan sekolah (PR)
*hasil prosentase diatas hanya kira2 tidak dilakukan secara matematis... hehe ^___^ ...
hehe ..
kalo soal facebook mendingan ambil hikmahnya aja , :D
kalo saya , kadang buat share tips/info ke facebookers semua ..
ini alamat blognya :D www.maniakinfopenting.blogspot.com/
Blogger asli Purbalingga .. :p
Btw, nice blog. Keep up with it. Kalau perlu digarap lebih serius agar terkesan profesional.
RSS feed for comments to this post