Text Size
Sabtu, May 19, 2012

/hello world...

Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

What's Inside
Blog Pendidikan Masalah Pendidikan Hubungan Jurusan DKV di Sekolah Tinggi Dengan Multimedia Di SMK

PS_Blueprint_Project_256Apa Hubungan Jurusan DKV di Sekolah Tinggi Dengan Multimedia Di SMK? Jawabannya ada 'ga sih? Sebenarnya ada walau jurusan Multimedia saya rasa masih soft dan light. Tapi perbedaannya sangat-sangat tipis. Artinya begini, kurikulum Multimedia di SMK lebih cenderung praktis dan singkat sedangkan DKV di sekolah tinggi lebih luas. Selain itu pada jurusan DKV di sekolah tinggi penekanan konsep dan eksekusi artwork yang saya lihat lebih kental ke dunia nyata. Kalau Multimedia di SMK saya melihat masih malu-malu. Sama seperti murid-murid saya yang kalo diminta bertanya terhadap pelajaran multimedia yang tidak mereka mengerti, mereka enggan. Mungkin ini masalah kultur lokal saja barangkali..

 

Lalu, makhluk apaan sih DKV itu.

DKV (Design Komunikasi Visual) adalah suatu ilmu yang mempelajari cara berkomunikasi dengan visual melalui media-media tertentu.

Nekat juga nih saya menulis tentang pendidikan DKV di sekolah tinggi padahal belum pernah sekolah di DKV, cuma modal pengalaman bertahun-tahun saja bekerja di industri yang menggunakan DKV sebagai mainstream usahanya.

Terus, apakah DKV sama dengan ilmu seni rupa?

Looks different alias beda walau di DKV juga diajarkan tentang seni. Terus kalau jurusan Multimedia di SMK?
Nah, kalau Multimedia di SMK juga diajarkan hal-hal seperti itu. Tapi tergantung gurunya juga. Kalau gurunya sangat menguasai materi DKV dan memahaminya luar dalam hal-hal seni rupa pasti dikedepankan. Jadi tidak asal siswa menggunakan komputer lalu bikin artwork ini bikin itu. Pemahaman tentang konsep, visualisasi dan eksekusi konsep lah yang paling utama (ini menurut saya).

Cuma kan jurusan Multimedia di SMK merupakan turunan dari jurusan TIK yang cenderung mengurusi masalah artistik dan komunikasi. Jadi penggunaan komputer dalam membuat karya seni lebih dikedepankan. Tapi kalau saya malah mengedepankan unsur-unsur manual dan fundamental yang di DKV menjadi dasar. Ini agar siswa-siswi saya di SMK jurusan Multimedia ga cuma bisa dan mampu menggunakan komputer saja tapi juga harus kuat di konsep. Ingat, konnnnsep!

DKV dan ilmu seni rupa sama-sama menghasilkan suatu karya. Jika dalam ilmu seni rupa karyanya ditafsirkan berbeda oleh masing-masing audience. Maka dalam DKV berusaha mengkomunikasikan suatu pesan dalam sebuah karya design dengan harapan semua audience menerima dan menafsirkan pengertian yang sama.

Jurusan DKV dan Multimedia apakah harus jago gambar?

Belum tentu. Perlu diingat, DKV dan Multimedia bukan hanya sekedar menggambar. Banyak orang salah menafsirkan bahwa yang paling penting untuk menguasai DKV dan Multimedia ialah jago menggambar. Padahal, masih banyak hal lain yang tidak kalah pentingnya, seperti nirmana (prinsip dasar desain), pengetahuan akan warna, komputer grafis, tipografi, dan banyak lagi.

Terus, produk dari jurusan yang berbau DKV atau Multimedia apa ya?

Elemen DKV adalah elemen grafis seperti gambar/ foto, huruf, warna dan tata letak (layout) dalam berbagai media, baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual.
Contoh karya anak DKV dan Multimedia antara lain: desain iklan cetak, poster, billboard, kemasan produk (packaging), logo/logotype, brosur, leaflet, katalog, stationary kit (kartu nama, amplop, kop surat, map, dsb), desain kalender, cover buku, cover majalah, animasi, 3D, videografi, konten interaktif seperti game dan simulasi dan sebagainya.

Akar bidang DKV adalah ilmu komunikasi seperti komunikasi sosial, komunikasi ekonomi dan budaya. Tidak seperti seniman murni (pelukis, pematung) yang mementingkan ekspresi perasaan dalam dirinya, seorang desainer komunikasi visual adalah penterjemah dalam komunikasi gagasan. Karena itulah DKV mengajarkan berbagai bahasa visual yang dapat digunakan untuk menerjemahkan pikiran dalam bentuk visual. Sedangkan multimedia di SMK adalah bentuk mini dan praktis dari jurusan DKV atau pra-DKV.

Yang terakhir, prospek kerjanya bagaimana?

Jika bertanya tentang prospek kerja siswa SMK jurusan Multimedia dapat dilihat pada artikel Mau Jadi Apa Siswa Kita Nanti?

Artikel di atas adalah pengalaman pribadi saya sebagai pengajar dan ada sebagian yang berasal dari sini dan situ.
Terima kasih untuk pak Rakhmat Supriyono dan dik Vincent Hadi Wijaya atas artikelnya.


Newer news items:
Older news items:

Comments  

 
0 #1 Yaya 2011-04-20 21:03
wah....mantab banget penjelasannya...aq aja msh tertatih2 dlm memberikan pemahaman kpd siswa ttg dkv...but thank u very much yah pak atas informs nya ...amat sgt mbantu sy yg notabene pengalaman dlm dunia multimedia amat minim...
Maju Terus Pantang Mundur...duhai Guru....:_)
Quote
 
 
0 #2 riswandi 2011-11-11 19:14
Ass...
Perkenalkan saya Riswandi, seorang pengajar di sebuah SMK,kebetulan juga ngajar DKV, boleh ga minta perangkat pembelajaran seperti silabus atau RPP.. Kebetulan jurusan DKV di tempat saya baru di buka..Klu bs tlg kirimkan ke email saya riswandi_iwan@y ahoo.com..
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Masalah Pendidikan

Artikel Terkini

Animasi Gerak
14 April 2012
Berikut ini saya posting animasi bergerak (pasti bergerak dong, namanya juga animasi) yang sudah disimpan dalam format GIF. Ayo lariiii.. Sumber : Google+

Komentar Artikel

Arsip Artikel

Powered by mod LCA

/sok bijak...

Design is the process of finding the most elegant answer to the question of ‘how do I?’

Other Side

/flickr

/my facebook

As seen on Facebook
Create Your Badge

/tweet feed

/google+