Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Apa Hubungan Jurusan DKV di Sekolah Tinggi Dengan Multimedia Di SMK? Jawabannya ada 'ga sih? Sebenarnya ada walau jurusan Multimedia saya rasa masih soft dan light. Tapi perbedaannya sangat-sangat tipis. Artinya begini, kurikulum Multimedia di SMK lebih cenderung praktis dan singkat sedangkan DKV di sekolah tinggi lebih luas. Selain itu pada jurusan DKV di sekolah tinggi penekanan konsep dan eksekusi artwork yang saya lihat lebih kental ke dunia nyata. Kalau Multimedia di SMK saya melihat masih malu-malu. Sama seperti murid-murid saya yang kalo diminta bertanya terhadap pelajaran multimedia yang tidak mereka mengerti, mereka enggan. Mungkin ini masalah kultur lokal saja barangkali..
DKV (Design Komunikasi Visual) adalah suatu ilmu yang mempelajari cara berkomunikasi dengan visual melalui media-media tertentu.
Nekat juga nih saya menulis tentang pendidikan DKV di sekolah tinggi padahal belum pernah sekolah di DKV, cuma modal pengalaman bertahun-tahun saja bekerja di industri yang menggunakan DKV sebagai mainstream usahanya.
Looks different alias beda walau di DKV juga diajarkan tentang seni. Terus kalau jurusan Multimedia di SMK?
Nah, kalau Multimedia di SMK juga diajarkan hal-hal seperti itu. Tapi tergantung gurunya juga. Kalau gurunya sangat menguasai materi DKV dan memahaminya luar dalam hal-hal seni rupa pasti dikedepankan. Jadi tidak asal siswa menggunakan komputer lalu bikin artwork ini bikin itu. Pemahaman tentang konsep, visualisasi dan eksekusi konsep lah yang paling utama (ini menurut saya).
Cuma kan jurusan Multimedia di SMK merupakan turunan dari jurusan TIK yang cenderung mengurusi masalah artistik dan komunikasi. Jadi penggunaan komputer dalam membuat karya seni lebih dikedepankan. Tapi kalau saya malah mengedepankan unsur-unsur manual dan fundamental yang di DKV menjadi dasar. Ini agar siswa-siswi saya di SMK jurusan Multimedia ga cuma bisa dan mampu menggunakan komputer saja tapi juga harus kuat di konsep. Ingat, konnnnsep!
DKV dan ilmu seni rupa sama-sama menghasilkan suatu karya. Jika dalam ilmu seni rupa karyanya ditafsirkan berbeda oleh masing-masing audience. Maka dalam DKV berusaha mengkomunikasikan suatu pesan dalam sebuah karya design dengan harapan semua audience menerima dan menafsirkan pengertian yang sama.
Elemen DKV adalah elemen grafis seperti gambar/ foto, huruf, warna dan tata letak (layout) dalam berbagai media, baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual.
Contoh karya anak DKV dan Multimedia antara lain: desain iklan cetak, poster, billboard, kemasan produk (packaging), logo/logotype, brosur, leaflet, katalog, stationary kit (kartu nama, amplop, kop surat, map, dsb), desain kalender, cover buku, cover majalah, animasi, 3D, videografi, konten interaktif seperti game dan simulasi dan sebagainya.
Akar bidang DKV adalah ilmu komunikasi seperti komunikasi sosial, komunikasi ekonomi dan budaya. Tidak seperti seniman murni (pelukis, pematung) yang mementingkan ekspresi perasaan dalam dirinya, seorang desainer komunikasi visual adalah penterjemah dalam komunikasi gagasan. Karena itulah DKV mengajarkan berbagai bahasa visual yang dapat digunakan untuk menerjemahkan pikiran dalam bentuk visual. Sedangkan multimedia di SMK adalah bentuk mini dan praktis dari jurusan DKV atau pra-DKV.
Jika bertanya tentang prospek kerja siswa SMK jurusan Multimedia dapat dilihat pada artikel Mau Jadi Apa Siswa Kita Nanti?
Comments
Maju Terus Pantang Mundur...duhai Guru....:_)
Perkenalkan saya Riswandi, seorang pengajar di sebuah SMK,kebetulan juga ngajar DKV, boleh ga minta perangkat pembelajaran seperti silabus atau RPP.. Kebetulan jurusan DKV di tempat saya baru di buka..Klu bs tlg kirimkan ke email saya riswandi_iwan@y ahoo.com..
RSS feed for comments to this post