Text Size
Sabtu, May 19, 2012

/hello world...

Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

What's Inside
Blog Pendidikan Masalah Pendidikan Penolakan Dunia Usaha Terhadap Program Prakerin

Pengalaman pribadi nih, entah ini masuk kategori curhat atau komplain tapi yang jelas bikin gue sakit hati banget. Ceritanya begini, gue sebagai Kepala Program Keahlian Multimedia di salah satu SMK bertugas dan bertanggung jawab atas berlangsungnya program pendidikan sistem ganda atau disebut juga PSG dimana Praktek Kerja Industri atau Prakerin adalah salah satu bagiannya. Kalau dulu sih bahasanya magang kerja atau PKL alias Praktek Kerja Lapangan.

Kegiatan gue salah satunya adalah mencari tempat praktek kerja industri untuk murid-murid gue ke berbagai dunia usaha di sekitar sekolah atau pun jauh dari sekolah, sepanjang dunia usaha tersebut relevan dengan kompetensi yang gue ajarkan ke siswa. Lokasi dunia usaha gue usahakan dekat dengan sekolah atau minimal masih satu kota/kabupaten dengan sekolah. Walau ada juga mayoritas yang keluar kota tapi ga apalah karena memang mesih sedikit jumlah tempat prakerin yang seirama dengan kompetensi Multimedia di kota ini.

Beberapa hari yang lalu gue berkunjung ke salah satu pabrik megah yang memproduksi rambut dan kuku palsu di daerah Kali Kabong kabupaten Purbalingga. Gue datang ke sana karena menurut teman saya pernah bekerja di pabrik tersebut di bagian design. Dengan berbekal surat permohonan penempatan siswa untuk PKL dan proposal gue menuju ke sana. Tapi gue kaget karena pas sampai di pos satpam terhalang dengan prosedur dan pesan sang boss yang punya pabrik bahwa di pabrik ini tidak menerima siswa yang magang atau prakerin. Si satpam juga tetap bersikukuh tidak mengijinkan gue masuk bertemu dengan bagian personalia dan tidak mau menerima surat permohonan dan proposal yang gue bawa. Boro-boro nitip surat, mau ketemu bagian personalia juga ga boleh. Alasannya percuma, pesan dari atasan memang seperti itu.

Gue tidak menyalahkan satpam, yang notabene pendidikannya lebih rendah dari gue (ya iyalah, kalo tinggi ngapain juga jadi satpam) tapi menyayangkan sikap arogan si pemilik pabrik yang berasal dari negeri ginseng tersebut. Apa memang mereka dulunya tidak pernah sekolah? Apa dunia pendidikan di Korea sana tidak ada prakerin? Ga tau juga deh. Kabupaten Purbalingga ini yang membangga-banggakan diri sebagai kabupaten pro-investasi dan kabupaten paling sukses di Jawa Tengah dalam merangkul investor ternyata ada 'kerikil-kerikil' dalam rangka mensukseskan program pendidikan yang dibuat pemerintah.

Gue juga menyayangkan personalia pabrik tersebut yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap peraturan kaku tersebut. Pelajaran positif dari peristiwa di atas adalah gue makin percaya diri dan yakin kalau rejeki itu tidak akan tertukar dan nyasar. Masih ada dunia usaha lain yang mau menerima siswa/i yang akan prakerin. Pelajaran lainnya adalah gue akan selalu berusaha mendidik siswa/i gue agar tidak bermental babu seperti personalia pabrik tersebut.

Mungkin ke depannya harus ada payung hukum bagi satuan pendidikan yang akan mencari tempat PKL untuk murid-muridnya. Sehingga 'oknum' dari pihak dunia usaha/industri tidak bisa seenaknya saja menolak siswa yang akan PKL..

Comments  

 
0 #1 GHEMA 2011-02-21 14:01
Sabar Pak,
tp kalo di sekolah saya siswa mencari sendiri guna mengatahui bahwanya mencari pekerjaan sulit.

dan kami setelah itu membuat MoU nya setelah meraka dapat.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Masalah Pendidikan

Artikel Terkini

Animasi Gerak
14 April 2012
Berikut ini saya posting animasi bergerak (pasti bergerak dong, namanya juga animasi) yang sudah disimpan dalam format GIF. Ayo lariiii.. Sumber : Google+

Komentar Artikel

Arsip Artikel

Powered by mod LCA

/sok bijak...

Sebaiknya guru menulis apa yang dia kerjakan dan mengerjakan apa yang dia tulis.

Other Side

/flickr

/my facebook

As seen on Facebook
Create Your Badge

/tweet feed

/google+