Text Size
Rabu, Februari 22, 2012

/hello world...

Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

What's Inside
Blog Pendidikan

Artikel Pendidikan

Hari ini 3 murid gue ikut Lomba Design Grafis tingkat SMA, SMK, & MA sekaresidenan Banyumasan dan berhasil menang Juara 2. Kebetulan yang menang adalah Wasito, salah satu peserta LKS SMK mata Lomba Design Grafis di Solo seminggu yang lalu. Sisanya adalah Vera & Ernis S.

Lomba diselenggarakan oleh fakultas MIPA divisi ICT Universitas Jenderal Soedirman (UnSoed) Purwokerto. Lomba juga bertempat di kampus MIPA UnSoed dari jam 8 sampai jam 3:30. Semua peserta sebelumnya wajib membuat design dari tempat masing berupa hardcopy dan softcopy mentah. Tema design sudah ditentukan oleh panitia. Nah, ketika di tempat lomba semua peserta diberikan soal sebanyak 100 buah terdiri dari materi CorelDRAW dan Adobe Photoshop.

Lomba Keterampilan Siswa (LKS)

Selama 3 hari ini saya menemani siswa mengikuti Lomba Keterampilan Siswa tingkat provinsi Jawa Tengah. Kisi-kisi soal sudah di tangan tapi tetap saja saya membebaskan siswa untuk berkreasi sendiri tanpa campur tangan saya. Saya hanya membantu teknis dan non-teknis saja. Sisanya, siswa yang bertarung. Kalau siswa tidak mau improvisasi di medan tanding ya sama saja siswa menjadi perpanjangan tangan si guru. Menang atau kalah, itu nantinya adalah hasil kerja siswa.

Selamat berjuang anakku...

Lomba Keterampilan Siswa (LKS)

stop-lewatWaw, gile bener.. Ada lho tempat praktek kerja industri atau prakerin yang memungut biaya bagi para calon siswa/i yang akan magang di tempat yang bersangkutan. Kisarannya sekitar 200 ribu rupiah per anak. Jumlah yang 'tidak sopan dan kurang ajar'. Alasan mereka, "kami kan butuh biaya juga dalam membimbing siswa siswi bapak".. prettt!!.

Kalau sudah begini mendingan cari tempat prakerin yang lain deh. Kasihan kan siswa siswi gue kalau dibebankan biaya segitu. Apa lagi mayoritas mereka berasal dari keluarga sederhana yang sangat sensitif dengan uang sejumlah itu.

Solusinya bagaimana pak Guru?

Kalau gue sih mendingan menawarkan kerja sama seperti pemuatan profil usaha mereka berupa artikel atau juga berupa banner iklan masing-masing DU/DI di web site sekolah. Kan lumayan tuh buat para pelaku Dunia Usaha & Dunia Industri dalam mempromosikan usaha mereka. Iklan gratis gitu lho.

Manfaatnya apa sih pak Guru?

Agar jika ada calon pemakai jasa yang mencari keberadaan mereka bisa diketahui lewat web site sekolah tempat gue mengajar. Ketika si mbah Google mengindeks halaman web sekolah gue kan ada tuh nyangkut-nyangkutnya. Lumayan kan gue kasih back link gratis buat mereka... Foot in mouth

Ketika gue tawarkan konsep ini ke beberapa DU/DI yang menampung murid-murid gue untuk PKL/prakerin mereka menyambut baik. Setidak-tidaknya tahun ajaran yang akan datang nanti kan gue bisa titip lagi angkatan baru ke sana.

Masalah Pendidikan

PS_Blueprint_Project_256Apa Hubungan Jurusan DKV di Sekolah Tinggi Dengan Multimedia Di SMK? Jawabannya ada 'ga sih? Sebenarnya ada walau jurusan Multimedia saya rasa masih soft dan light. Tapi perbedaannya sangat-sangat tipis. Artinya begini, kurikulum Multimedia di SMK lebih cenderung praktis dan singkat sedangkan DKV di sekolah tinggi lebih luas. Selain itu pada jurusan DKV di sekolah tinggi penekanan konsep dan eksekusi artwork yang saya lihat lebih kental ke dunia nyata. Kalau Multimedia di SMK saya melihat masih malu-malu. Sama seperti murid-murid saya yang kalo diminta bertanya terhadap pelajaran multimedia yang tidak mereka mengerti, mereka enggan. Mungkin ini masalah kultur lokal saja barangkali..

 

Lalu, makhluk apaan sih DKV itu.

DKV (Design Komunikasi Visual) adalah suatu ilmu yang mempelajari cara berkomunikasi dengan visual melalui media-media tertentu.

Nekat juga nih saya menulis tentang pendidikan DKV di sekolah tinggi padahal belum pernah sekolah di DKV, cuma modal pengalaman bertahun-tahun saja bekerja di industri yang menggunakan DKV sebagai mainstream usahanya.

Masalah Pendidikan

Judul di atas ada benarnya juga buat saya. Pertama kali terjun ke dunia pendidikan gue mulai dari nol. Dengan pengalaman mengajar hanya ketika praktek di kuliah Akta IV dulu gue pede aje melamar jadi guru. Meninggalkan pekerjaan yang terhitung mapan dengan gaji lumayan di salah satu manufaktur di Jakarta. Walau bekerja sebagai buruh pabrik tapi posisi gue yang berada di ujung tombak perusahaan kala itu (sebagai Graphic & Creative Designer) sangat strategis. Bergaji lumayan, bisa nyicil rumah, bisa bantu orang tua dan bisa ngasih makan anak istri. Hubungan dengan para boss juga harmonis sehingga gue satu-satunya karyawan yang sering diajak makan siang bareng dengan mereka. Teman-teman sekantor juga sangat mendukung pekerjaan gue. Apalagi divisi gue merupakan divisi yang  paling kompak dan solid. Namun gue tinggalin itu semua demi cita-cita menjadi guru.

Ga kebayang ketika resign dan terjun menjadi guru dari buruh pabrik. Gaji gue sebagai guru tidak tetap (GTT) kala itu pun tidak ada seperempatnya gaji gue di pabrik. Tapi namanya demi cita-cita, gue lakonin juga. Alhamdulillah sekarang kehidupan gue jauh lebih baik dari sebelumnya, jauh lebih tenang dari pada ketika bekerja sebagai buruh pabrik dulu. Cita-cita gue tercapai, dekat dengan keluarga dan masih bisa menyalurkan hobi gue kutak-katik komputer karena memang gue mengajar komputer.

Masalah Pendidikan

Artikel yang lain...

Artikel Terkini

Cloud, Solusi Hemat Space Hosting Web
22 January 2012
Teknologi internet sudah jamak digunakan 3 tahun belakangan ini. Semua lapisan masyarakat menggunakannya, ini dipicu oleh maraknya penggunaan Facebook. Semua ingin eksis, ingin dikenal dan memang ada...

Komentar Artikel

Arsip Artikel

Powered by mod LCA

/sok bijak...

Jika anda belum pernah dimusuhi oleh siswa anda, berarti anda belum pernah menjadi Guru yang sesungguhnya. Jangan pernah mencoba menjadikan siswa anda menjadi seperti anda. Anda cukup satu saja.

Other Side

/flickr

/my facebook

As seen on Facebook
Create Your Badge

/tweet feed

/google+