Hari ini 3 murid gue ikut Lomba Design Grafis tingkat SMA, SMK, & MA sekaresidenan Banyumasan dan berhasil menang Juara 2. Kebetulan yang menang adalah Wasito, salah satu peserta LKS SMK mata Lomba Design Grafis di Solo seminggu yang lalu. Sisanya adalah Vera & Ernis S.
Lomba diselenggarakan oleh fakultas MIPA divisi ICT Universitas Jenderal Soedirman (UnSoed) Purwokerto. Lomba juga bertempat di kampus MIPA UnSoed dari jam 8 sampai jam 3:30. Semua peserta sebelumnya wajib membuat design dari tempat masing berupa hardcopy dan softcopy mentah. Tema design sudah ditentukan oleh panitia. Nah, ketika di tempat lomba semua peserta diberikan soal sebanyak 100 buah terdiri dari materi CorelDRAW dan Adobe Photoshop.
Waw, gile bener.. Ada lho tempat praktek kerja industri atau prakerin yang memungut biaya bagi para calon siswa/i yang akan magang di tempat yang bersangkutan. Kisarannya sekitar 200 ribu rupiah per anak. Jumlah yang 'tidak sopan dan kurang ajar'. Alasan mereka, "kami kan butuh biaya juga dalam membimbing siswa siswi bapak".. prettt!!.
Apa Hubungan Jurusan DKV di Sekolah Tinggi Dengan Multimedia Di SMK? Jawabannya ada 'ga sih? Sebenarnya ada walau jurusan Multimedia saya rasa masih soft dan light. Tapi perbedaannya sangat-sangat tipis. Artinya begini, kurikulum Multimedia di SMK lebih cenderung praktis dan singkat sedangkan DKV di sekolah tinggi lebih luas. Selain itu pada jurusan DKV di sekolah tinggi penekanan konsep dan eksekusi artwork yang saya lihat lebih kental ke dunia nyata. Kalau Multimedia di SMK saya melihat masih malu-malu. Sama seperti murid-murid saya yang kalo diminta bertanya terhadap pelajaran multimedia yang tidak mereka mengerti, mereka enggan. Mungkin ini masalah kultur lokal saja barangkali..














