Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.

Penggunaan software grafis untuk saya yang bekerja sebagai designer grafis adalah harga mati. Semakin banyak program yang kita kuasai maka semakin dihargai pula kita oleh atasan atau klien yang memakai jasa kita. Mengapa? Karena adakalanya si klien membawa contoh designnya sendiri yang dibuat dengan program yang belum tentu kita kuasai. Setelah itu kita diminta mengubah design yang sudah ada menurut keinginan mereka. Saya sering mengalami ini ketika menerima artwork dari klien yang dibuat dengan program CorelDRAW atau Freehand, padahal saya adalah pengguna program Illustrator. Bisa dibayangkan kalo kita hanya bisa planga-plongo tidak bisa apa-apa dengan artwork dari klien itu. Lain halnya jika kita diminta membuat design dari awal yang tentunya dengan program yang biasa kita gunakan.
Itulah sebabnya saya kuasai semua program di atas karena di dunia design masih banyak perbedaan dalam penggunaan software design, terutama program pengolah vector. Untuk mengakomodasi keinginan klien dan jaga-jaga bila ada output final artwork yang diminta dalam kondisi file aslinya oleh pihak percetakan, repro atau si klien sendiri.
Berikut ini perbandingan ketiga program vector beserta kelebihan dan kekurangannya:
Inilah program design yang pertama kali saya gunakan dalam hidup saya. Sangat ngetop sampai-sampai saya membeli bukunya untuk belajar. Mudah dipelajari dan pernah saya agung-agungkan sebagai software design terbaik sebelum kenal (dan pindah agama) ke Illustrator.
Program andalan saya sehari-hari untuk membuat semua design mulai dari logo, packaging, iklan, layout dan sebagainya. Bekerja simultan dengan saudara tuanya, Photoshop yang masih satu pabrik. Illustrator saya rekomendasikan kepada orang-orang yang berniat merintis karirnya sebagai designer grafis karena sudah menjadi standar dunia untuk aplikasi grafis vektor.
Freehand merupakan program kesayangan kabag design di tempat saya bekerja. Jumlah pengguna di Indonesia juga lumayan banyak.
Akhirnya semua pilihan kembali kepada Anda untuk menentukan software vektor mana yang paling cocok untuk menunjang kreatifitas dan produktifitas pekerjaan Anda.