Perjalanan awal
Awalnya saya cuma seorang buruh kasar pindah-pindah kerja sampai akhirnya menjadi karyawan pabrik di Tangerang yang kerjaannya menukangi semua materi produksi sehingga menjadi benda yang bersifat 'eye-consumables' dan nyaman dilihat atau singkat kata adalah design grafis. Jadi designer grafis karena memang dari dulu hobi di bidang ini tapi tidak pernah sekolah design apalagi belajar ilmu murni khusus design. Setelah lulus SMA lalu menganggur kemudian kerja sambil kuliah (bukan kuliah sambil kerja, karena kuliah sambil kerja orientasinya adalah duit, sedangkan kerja sambil kuliah adalah orientasinya adalah ilmu dan wawasan) dari tahun 1999 sampai 2004, walau lebih dulu kerja dari tahun 1995. Ambil S1 juga karena nasehat seorang guru bahasa Inggris di SMA yang menyarankan saya jangan cuma getol cari duit tapi juga hidup harus dibekali dengan ilmu (kuliah maksudnya), karena kata beliau
Ilmu (sekolah) itu dapat mengangkat derajat manusia di dunia dan akhirat
Mau Jadi Guru?
Akhirnya saya ambil kuliah malam agar tidak mengganggu jadwal kerja di siang hari. Sengaja kuliah ambil jurusan Sistem Informasi di Universitas Budi Luhur karena saya dari dulu interest di dunia TI, selain juga di bidang design. Setelah lulus S1 lalu saya kuliah Akta IV karena ingin menjadi guru TIK, yaitu jalur yang saya rasa paling reasonable untuk berkecimpung dalam dunia TI nantinya.
Sambil cari tempat untuk mengajar (sekolah) tau-tau dapat tawaran kerja sebagai design grafis di sebuah pabrik pancing di daerah Cikupa Tangerang tahun 2006 - sampai sekarang. Jadi deh sampai sekarang saya juga belum mulai mengajar. Tapi tidak mengapa, toh seru juga bila nanti saya dari sektor industri lalu terjun ke dunia pendidikan yang notabene umumnya guru digaji rendah sekali, kecuali guru PNS kali ya... Sudah waktunya dunia pendidikan 'diramaikan' oleh orang yang juga mengerti seluk beluk industri dan paham kebutuhan dunia kerja. Hal inilah yang akan saya tekankan ketika akan mengajar nanti, insya Allah.
Portfolio
Portfolio yang saya miliki bukan berdasarkan skor seperti halnya portfolio guru untuk mendapatkan sertifikasi, namun berdasarkan nilai estetis dan tingkat KEPUASAN pelanggan ketika menggunakan design saya untuk produk-produknya. Justru ini lebih valid dan reliable, lebih real tanpa manipulasi angka. PORTFOLIO saya pun boleh diadu dengan guru-guru yang sudah berpengalaman, walau bukan portfolio mengajar namun apa yang telah saya kerjakan adalah normal (dan selalu diminta di dunia design). Pasti beda konteksnya antara portfolio designer grafis dengan portfolio guru dan tidak dapat disamakan. Portfolio atau hasil kerja saya sudah membawa manfaat bagi tempat saya bekerja dan saya sendiri. Apapun formatnya, yang penting semangat Oemar Bakri akan terus di hati saya dan tetap semangat untuk memajukan dunia Teknologi Informasi lewat jalur pendidikan.
Good Design Is Good (For) Bussiness
Seperti halnya guru yang menjadi ujung tombak kemajuan dan kecerdasan suatu bangsa, demikian halnya dengan designer grafis. Perusahaan yang sangat bergantung kepada tim kreatif akan selalu menjadikan designer grafis sebagai ujung tombak perusahaan. Slogan Good Design Is Good (For) Bussiness itu bermakna sangat dalam demi kelangsungan hidup. Mana ada konsumen yang mau membeli produk yang designnya jelek. Bisa tidak akan laku itu barang. Bila suatu produk didesign secara baik maka nilai efektifitasnya akan meningkat sehingga keuntungan perusahaan pun akan meningkat pula.
Karya-karya saya memang belum sebagus mereka yang sering dipajang di forum komunitas designer grafis, tapi lebih baik design butut saya jadi duit dan dipakai pelanggan dari pada design bagus dan indah namun hanya majang di showcase forum dan tidak membawa manfaat bagi orang lain dan diri sendiri.
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain
Apapun profesinya, hendaknya kita menyumbang kebaikan bagi kehidupan di sekitar kita.
















