Selamat datang wilujeng sumping sugeng rawuh di blog saya yang baru. Blog yang berusaha didedikasikan untuk dunia pendidikan, design grafis dan TIK Indonesia.
Bagi pembaca yang gemar design grafis pasti pernah menggunakan program pengolah foto bernama Adobe Photoshop. Program ini adalah salah satu program premium karena selain harga software aslinya yang mahal dan juga membutuhkan sumber daya perangkat keras yang tidak sedikit jika ingin bekerja optimal.
Misal, syarat minimum memori yang sebesar 1 Gb dan juga dukungan prosesor di atas Intel Dual Core. Saya pernah mencoba dengan prosesor Dual Core dan memori 500 mb, VGA yang masih gabung dengan memori sistem. Hasilnya adalah performa atau unjuk kerja yang tidak optimal alias lambat.
Sebenarnya ada cara "murah meriah" untuk mengakali lambatnya kinerja komputer ketika menggunakan program Photoshop. Salah satunya adalah dengan menyisakan partisi kosong untuk file swap atau di Photoshop dikelan dengan istilah Scratch Disk. Alokasi ruang kosong inilah yang akan digunakan oleh Photoshop untuk swap file ketika proses editing foto atau image berukuran sangat besar. Jadi Photoshop akan menggunakan ruang kosong sebagai media penyimpanan sementara untuk storing hasil kalkulasi & rendering prosesing image dari pada mengakses langsung ke memori yang jumlahnya terbatas.
Sebagai info, konon Photoshop membutuhkan alokasi memori komputer sebesar 3 kali file yang sedang diolahnya. Silahkan hitung sendiri kebutuhan memori komputer jika Anda bekerja dengan sebuah file berukuran 300 Mb. Itu Photoshopnya saja, belum lagi memori untuk sistem operasi lho.
Comments
Di Menu Edit -> Preferences -> Scratch Disk. Geser saja kebutuhan memory yang akan dipakai Photoshop untuk Scratch Disk. Lalu pilih (dicentang) drive/partisi yang akan digunakan sebagai Scratch Disk.
RSS feed for comments to this post